Minggu, 17 Juli 2016

KETERLIBATANKU

Kali ini hanya ingin mengurangi beban pikiran saya, belum pandai menulis ataupun berkata-kata setidaknya dengan ini beban pikiran saya berkurang. Kamis, 14 Juli kejadian terbakarnya Pasar Sayur Magetan yang dianggap oleh ibu saya sebagai mimpi. Saya sudah mengetahui berita itu pada Kamis malamnya sekitar pukul 22.00 WIB, tapi saya tidak ingin mengetahui berita itu dan mengabaikannya. Paginya saya dapat telfon dari orang tua saya tetapi saya tidak tahu. Kemudian saya mencoba menelfon kembali dan ibu saya mengangkatnya, saya tanya ibu,"Kok belum berangkat ke pasar bu?" Ibu saya menjawab," Gak ngerti ya nduk?" langsung saya jawab,"Tau bu, pasarnya kebakaran, kiosnya ibu kena juga?". Lalu ibu cerita, semalam ibu dapat telfon dari temannya mengenai psar sayur kebakaran, langsung saja bapak ibu pergi ke pasar, dan di sana sudah ramai warga. Jalan masuk menuju kios ibupun susah dan gelap semua, cahaya hanya berasal dari kobaran api yang besar. Ibu merasa lemas melihat api sebesar itu, selanjutnya bapak dan ibu pulang mecoba mengambil kunci kios, sebelumnya tidak terpikirkan membawa kunci karna buru-buru ingin melihat kondisi pasar. Setelah mengambil kunci kios kembali ke pasar, tetapi tetap saja tidak bisa masuk pasar karena kondisi pasar yang sesak dan gelap meskipun kios ibu dekat pintu masuk sebelah timur. Akhirnya bapak memutuskan untuk mengajak ibu pulang dan istirahat. Semalam ibu dan bapak kepikiran terus dengan kebakaran pasar, dan akhirnya pagi-pagi setelah shlat subuh ibu dan bapak pergi lagi untuk mengecek kios, tak ada satupun barang dagangan ibu yang tersisa. Ibu bilang hanya bisa mencoba untuk mengikhlaskan dan bersyukur. Dan keterlibatanku kali ini hanya bisa mendoakan agar kondisi ibu bapak sehat selalu, memohon ke Allah untuk diberikan kemudahan setelah kesulitan seperti firman Allah  dalam surah Al-Insyirah:6, selain itu ibu menyuruh saya untuk fokus sidang Tugas Akhir dan tidak perlu ikut memikirkan kejadian ini.
I WANNA GIVE YOU BIG HUG BAPAK IBU :*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar